Skip to Menu Skip to Content Skip to Footer

Info

  • TISA TOUR - Professional dan berpengalaman
  • TISA TOUR - Melayani dengan hati
  • TISA TOUR - Hubungi kami di no telephone: 021-4515747

Keutamaan Tempat di Tanah Suci

By Admin On 16 Februari 2010

KEUTAMAAN TEMPAT ZIARAH DI MEKKAH DAN MADINAH

 

Keutamaan Kota Mekkah

 

1.     Tanah terbaik di muka bumi. Rasulullah bersabda: “Demi Allah, engkau adalah tanah Allah yang terbaik dan paling Dia cintai. Kalaulah bukan karea aku diusir dari sana, maka aku tidak akan kerluar meninggalkanmu.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

2.     Negeri yang paling baik. Nabi SAWbersabda: “Engkau adalah negeri yang paling baik dan paling aku cintai.”  (HR Tirmidzi)

3.     Tanah Haram. Di dalam hadis disebutkan: “Sesungguhnya negeri ini telah dimuliakan Allah pada hari penciptaan langit dan bumi. Negeri ini haram (dari segala bentuk penistaan terhadapa makhluk) karena kemuliaan Allah hingga datang Hari Kiamat. (HR Bukhari dan Muslim).”

 

Keutamaan Ka’bah

 

1.     Masjid pertama di Bumi. Itulah rumah Allah yang pertama kali dibangun untuk peribadatan manusia. Diriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata,”Aku bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, mesjid apakah yang pertama dibangun?” Beliau menjawab.”Masjidil Haram.” (HR Muslim dan Ahmad)

2.     Kiblatnya kaum muslimin. Arah kiblat kaum muslimin ketika melaksanakan shalat adalah menghadadap ke Ka’bah sesuai dengan perintah Allah, dan shalat tidak akan sah jika tidak menghadap ke arah Ka’bah, kecuali dalam kondisi darurat.

3.     Shalat dalam Masjidil Haram akan membuahkan pahala yang sangat besar, Rasulullah bersabda, “Shalat di Masjidil Haram lebih utama 100 ribu kali shalat yang dilakukan di mesjid-mesjid lainnya.”

 

Keutamaan Hajar al-Aswad

 

1.     Akan memberikan kesaksian kepada orang Islam. Rasulullah bersabda, Demi Allah, batu itu akan dibangkitkan Allah pada hari Kiamt dengan memiliki dua mata yang bisa melihat, lidah yang bisa bicara, dan mampu memberikan kesaksian kepada yang telah mententuhnya dengan benar. (HR Tirmidzi dan Hakim)

2.     Berasal dari Surga. Diriwayatkan dari Rasulullah bahwa telah bersabda, “Hajar al-Aswad berasal dari Surga.” (HR Tirmidzi)

 

 

Keutamaan Maqam Ibrahim

 

1.     Disunahkan Shalat dua rakaat di belakangnya. Itu adalah wujud keteladanan kepada Nabi SAW, sebab beliau telah melakukannya. Itu dinamakan dengan shalat sunah dua rakaat tjawaf. Pada rakaat pertama membaca surat al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca surat al-Ikhlash.

2.     Allah telah memerintahkan untuk menjadikannya tempat shalat. Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT.”Dan jadikanlah sebahagian Maqam Ibrahim tempat shalat.” (Al-Baqarah[2]:125)

 

 

Keutamaan Mesjid Nabawi

 

Shalat di mesjid Nabawi nilainya sangat tinggi, sebagaimana sabda Nabi saw berikut:

“Shalat di masjidku ini (Mesjid Nabawi) lebih utama 1000 kali dibanding shalat di mesjid lainnya, kecuali di masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100 ribu kali daripada shalat di mesjid lainnya.”(HR Ahmad, Ibnu Huzaimah, dan Hakim)

Diterima dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW bersabda (yang artinya):

"Barangsiapa melakukan shalat di mesjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali shalat pun juga, maka akan dicatat kebebasannya dari neraka, kebebasan dari siksa dan terhindarlah ia dari kemunafikan." (Riwayat Ahmad dan Thabrani dengan sanad yang sah)

 

Makam Rasulullah saw

 

Makam Nabi Muhammad saw dahulu dinamakan Masqurah. Setelah Mesjid Nabawi diperluas, makam ini termasuk di dalama bangunan bersama dua makam sahabat Rasulullah, yaitu Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Ibnul Khattab ra.

 

Raudhah

 

Raudhah adalah sudatu tempat di dalam Mesjid Nabawi yang letaknya ditandai dengan tiang-tiang putih, berada di antara rumah Nabi (sekarang makam Rasulullah saw) sampai mimbar. Raudhah adalah tempat yang maqbul untuk berdoa. Rasulullah bersabda: “Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah (taman) di antara taman-taman surga.”

 

Mesjid Quba

 

Mesjid ini merupakan mesjid pertama didirikan saat Rasulullah Hijrah dari Mekah ke Madinah. Nilai pahala apabila shalat di mesjid ini sama dengan pahala umroh sebagaimana disebutkan dalam hadist di bawah ini:

”Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian dia mendatangi masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka ganjarannya seperti pahala umrah.” (HR. Ahmad, An-Nasai, dan Ibnu Majah)

 

Makam Baqi

 

Baqi’ adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah dan dimakamkan di Baqi’, letaknya di seberlah timur Mesjid Nabawi. Di sinilah makam Usman bin Affan ra, para istri Nabi, putra dan putrinya dan para sahabat dimakamkan.

 

 

Kumpulan Shalat Sunna...

By Admin On 15 Februari 2010

 

1.     SHALAT SUNNAH WUDHU

Shalat sunat wudhu atau yang disebut juga dengan shalat syukrul wudhu adalah shalat yang dikerjakan setelah berwudhu. Tata cara pelaksanannya adalah:

a.   Sehabis berwudhu kita disunahkan membaca doa:

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdauu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin.

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”


b.  Selesai membaca doa tersebut, lalu melaksanakan shalat sunah wudhu 2 rakaat.

Niatnya:
Ushallii
sunnatal-wudhuu’I rak’ ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: ”Aku niat shalat sunah wudhu 2 rakaat karena Allah.”

 

c.     Shalat ini dikerjakan 2 rakaat sebagaimana shalat yang lain dengan ikhlas sampai salam.


d.    Keutamaan Shalat Syukrul Wudhu

“Rasulullah berkata kepada Bilal: Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga? Bilal menjawab: Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka” . (HR  Bukhari)

 

 

2.     SHALAT TAUBAT

 

Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim jika ingin bertaubat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Shalat taubat dilaksanakan dua raka'at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat.

 

Rasulullah SAW bersabda:

Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun (bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya”.

 

Kemudian beliau membaca ayat :

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)

Tata Cara Shalat Taubat
Jumlah rakaatnya 2, 4 sampai 6 rakaat.

Niat shalat taubat:
Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat karena Allah.”

 

Doanya:

Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa.

Artinya:

Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.

 

3.     SHALAT DHUHA

 

Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik. Kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka'at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka'at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka'at sekali salam.

 

 Tata Cara Shalat Dhuha

1.     Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams

2.     Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha


Niat shalat dhuha adalah:
Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

 Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.


Doa yang dibaca setelah shalat dhuha:
"Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu". "Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".

 

Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha

Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:

 

1.     Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:

"Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (HR Muslim).

 

2.     Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
"Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; "Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul berkata lagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya." (Shahih al-Targhib: 666)

 

3.     Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
"Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge." (Shahih al-Jami`: 634)

 

4.     Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:

"Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-Jami: 4339).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan:

 "Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi'arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika"

Artinya:

Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: "Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu

5.     Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346).

 

6.     Ampunan Dosa

 "Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi)

 

 

4.     SHALAT TAHAJUD

Shalat Tahajud  adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.

Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.

   

a.                             Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud

1.     Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00

2.     Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00

3.     Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.

 

b.                            Niat shalat tahajud

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya:

 “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

 

c.                             Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:

Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.
Artinya:

“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa
Rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:
Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.

Artinya:

Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”

 

d.  Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut
Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih
Artinya:

“Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”

e.   Keutamaan Shalat Tahajud

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad saw:
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:
Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra’: 79)

Dari Jabir r.a., ia barkata, Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)

 “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)

f. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail
Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:

1.     Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.

2.     Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.

3.     Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”

4.     Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.

5.     Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

6.     Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.

7.     Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.

8.     Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

 

 

5.     SHALAT HAJAT

 

Shalat Hajat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ia memiliki hajat tertentu dan ia ingin hajat tersebut dikabulkan oleh AllahSWT.

Shalat dilakukan minimal 2 raka'at dan maksimal 12 raka'at dengan salam setiap 2 rakaat. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat).

 

a.             Niat shalat hajat

Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala.”
Artinya:

“Aku berniat shalat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

 

 

b.            Doa Shalat Hajat

Setelah selesai shalat hajat, lalu membaca istigfar.

Dalam kitab Tajul Jamil lil ushul, dianjurkan setelah shalat hajat membaca istigfar 100x, seperti kalimat istigfar yang biasa atau sebagai berikut:
Astagfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaiih.
Artinya:

“Aku memohon ampunan kepada Tuhanku, dari dosa-dosa, dan aku bertaubat kepada-Mu”

c.             Selesai membaca istigfar lalu membaca shalawat nabi 100x, yakni:

Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar ridhaa.
Artinya:

“Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas jungjunan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan diridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.”

Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.
Artinya:

 “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”
Setelah itu, mohonlah kepada Allah apa yang kita inginkan, insya Allah, Allah mengabulkannya. Amin.

 

d.            Keutamaan Shalat Hajat

Sabda Rasulullah:
"Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat." (HR Ahmad)

Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi)

 

 

6.     SHALAT SUNNAH TASBIH

 

Shalat sunat tasbih adalah shalat sunat yang di dalamnya dibacakan kalimat tasbih sebanyakk 300 kali.

 Niat shalat tasbih:
Ushallii sunnat tasbihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya:

"Aku niat shalat sunat tasbih dua rakaat, karena Allah."


Tata Cara Shalat Tasbih

Shalat tasbih dilakukan 4 raka'at (jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam, jika malam 4 raka'at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut:

 

NO

Waktu

Jml. Tasbih

1

Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri

 15 kali

2

Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal adzim...)

 10 Kali

3

 Setelah I'tidal

10 Kali

4

 Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a'la...)

10 Kali

5

Setelah duduk diantara dua sujud

10 Kali

6

Setelah tasbih sujud kedua

10 Kali

7

Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam tergantung pada raka'at keberapa)

 10 Kali

 

  Jumlah total satu raka'at

 75

 

Jumlah total empat raka'at

4 X 75
= 300 kali

 

 

7.     SHALAT SUNNAH AWWABIN

Shalat sunat awwabin adalah shalat sunat yang dikejakan selesai mengerjakan shalat sunat ba’da magrib, dilakukan sebanayak 2 sampai dengan 6 rakaat.

 

a.             Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut

Shalat 2 rakaat dengan niat:
Ushallii ral’ataini shalaatal-awwaabiina sunnatal lillaahi ta’aallaa.

Artinya:

“Aku niat shalat dua rakaat sunat awwabin, karena Allah.

b.   Sesudah membaca Fatihah pada rakaat pertama, bacalah:

·         surat Al-Ikhlas 6x

·         surat Al-Falaq 1x

·         surat An-Naas 1x

begitupun dengan rakaat kedua.

 

c.     Sehabis salam dua rakaat, maka shlat lagi 2 rakaat. Dan dibaca pada rakaat pertama dan kedua setelah Al-Fatihah mana saja surat yang dikehendaki. Niatnya, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

d.    Sesudah itu, berdiri lagi dengan niat sama seperti sebelumnya, dilaksanakan 2 rakaat, dengan bacaan pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah, bacalah surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua sesudah membaca Al-Fatihah bacalah surat Al-Ikhlas.
Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
"Barang siapa shalat 6 rakaat setelah magrib, di sela-selanya tidak berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama12 tahun.”
Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:
 "Barangsiapa shalat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di sorga untuknya", Tirmidzi berkata, hadist Abu Harairah "gharib" (hanya diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat).”
Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah maghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan.

 

 

 

8.     Solat Safar

Apabila seseorang hendak berpergian, sebelum meninggalkan rumah, ia dianjurkan mengerjakan solat safar dua rakaat; demikian pula sesudah tiba di rumah kembali.

Caranya sama dengan mengerjakan solat subuh, hanya niatnya berlainan, yaitu berniat solat safar sunnat kerana Allah SWT. Selesai solat berdoalah agar perjalanan diridhai, dimudahkan dan diselamatkan Allah SWT. dalam perjalanan, baik pribadi, tugas maupun keluarga yang ditinggalkan.

Haji Mabrur

By Admin On 09 Desember 2009

Beberapa Indikator Haji Mabrur antara lain adalah sebagai berikut:

A. Indikator Saat Ibadah Haji

  1. Motivasi atau niat Ibadah Haji, ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
  2. Proses pelaksanaan sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah saw. dimana syarat, rukun wajib (bahkan sunat) ibadah tersebut terpenuhi.
  3. Biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara yang halal.
  4. Dampak dari ibadah haji positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.


B. Indikator Setelah Ibadah Haji

  1. Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, patuh melaksanakan sholat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah SWT.
  2. Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti orang lain, khurafat, bid'ah dsb.
  3. Gemar melakukan ibadah wajib, sunat dan amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat.
  4. Aktif berkiprah dalam memperjuangkan, menda'wahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma'ruf dengan cara yang ma'ruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara munkar.
  5. Memiliki sifat dan sikap terpuji seperti sabar, syukur, tawakkal, tasamuh, pemaaf, tawadlu dsb.
  6. Malu kepada Allah SWT utk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya.
  7. Semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam.
  8. Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain.
  9. Cepat melakukan taubat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa, tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa.
  10. Sungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan "Izzul Islam wal Muslimin".

 

(Sumber : Buku Petunjuk Ibadah Haji, Umroh dan Ziarah - Oleh : H. Dr. Miftah Faridl)

Ringkasan Panduan Umr...

By Admin On 05 September 2009

RUKUN adalah Beberapa kegiatan yang apabila salah satunya tidak dilakukan maka ibadah Umrahnya menjadi BATAL.

RUKUN UMRAH
  1. IHRAM
  2. THAWAF
  3. SA’I
  4. TAHALLUL
  5. TERTIB

HAL-HAL YANG WAJIB DALAM IHRAM
  1. Niat
  2. Miqat (batas tempat yang tidak boleh dilewati)
  3. Kain ihram
  4. Talbiah menuju Makkah

Niat Ihram
Niat Umrah

 

 

 

HAL-HAL YANG SUNNAH DALAM IHRAM
  1. Sebelum mengenakan kain ihram, mandi lalu menggunakan wangi-wangian (parfum), merapikan rambut, kuku, kumis dll
  2. Kain ihram berwarna putih
  3. Memperbanyak Talbiah
  4. Dalam sholat sunat ihram membaca surat al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat al-Ikhlas pada rakaat kedua, kemudian berdo’a memohon petunjuk dan kekuatan selama melaksanakan Umrah

HAL-HAL YANG DILARANG DALAM IHRAM
  1. Memotong kuku
  2. Menggunakan parfum, sabun, tissue wangi
  3. Menutup kepala bagi laki-laki
  4. Menutupi mata kaki
  5. Menutup wajah (cadar), sarung tangan bagi wanita
  6. Mencabut pepohonan/mematahkan ranting
  7. Berkata cabul atau merayu
  8. Nikah atau menikahkan
  9. Berhubungan suami – istri
SANKSI
  • Sanksi pelanggaran no 1 s/d 6 adalah  membayar FIDYAH yaitu memberi makan 6 orang fakir miskin atau puasa selama 3 hari
  • Sanksi pelanggaran No. 7-8 adalah beristigfar dan bertaubat
  • Sanksi pelanggaran No. 9 adalah Puasa 10 hari dan mengulangi ihram


YANG WAJIB DALAM THAWAF
  1. Niat
  2. Bersuci
  3. Menutup aurat
  4. Mengelilingi Ka’bah dimulai dari Hajar Aswad
  5. Letak Ka’bah disebelah kiri (melawan arah jarum jam)
  6. Berurutan


Sesudah niat Thawaf kita berdiri tegak dan mencium tangan sambil membaca : “ Bismillahi Allahu Akbar”
Dan membaca do’a sesuai tuntunan sampai rukun Yamani dan mengangkat kedua tangan sambil membaca : “ Bismillahi Allahu Akbar” tanpa mengecup tangan Disunatkan lari-lari kecil/jalan cepat bagi laki-laki pada 3 putaran pertama

Setelah selesai 7 kali putaran bergeser sedikit ke kanan dari arah sudut Hajar Aswad menghadap bagian dinding Ka’bah yang disebut Multazam untuk berdo’a sesuai harapan dan keinginan masing-masing dengan bahasa apapun. Setelah itu kemudian sholat Thawaf dua rakaat.

Sholat sunat yang dianjurkan di tiga tempat :
    1. Makam Ibrahim
    2. Hijir Isma’il
    3. Pancoran Emas

Setelah melakukan sholat Thawaf, menuju tempat air Zam-zam untuk minum diiringi do’a

SA’I

  1. Niat Sa’i
  2. Dimulai dari bukit Shafa
  3. Berakhir di bukit Marwa
  4. Tujuh kali putaran
  5. Antara Pilar Hijau Dianjurkan Berlari-lari Kecil (Khusus Laki-laki)
  6. Dilakukan setelah Thawaf
  7. Secara berurutan


TAHALLUL
Memotong Rambut sebagai Tanda Telah Selesai Menunaikan Ibadah Umrah Paling Sedikit Tiga Helai Rambut.

 

 

Renungan Al-Quran dan ...

By Admin

 

 

 

 

 [2:158] Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah {102}. Maka barangsiapa yang beribadah Haji ke Baitullah atau ber-'umrah, maka tidak ada dosa baginya {103} mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri {104} kebaikan lagi Maha Mengetahui. (AL BAQARAH ayat 158).

 

[2:200] Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah Hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu {126}, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (AL BAQARAH ayat 200).

Hadits Nabi Muhammad SAW

Ibnu Umar berkata, "Tiada seorang pun melainkan atas dirinya ada kewajiban mengerjakan haji dan umrah." (Shahih Bukhari).

 

Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya ibadah haji itu kawan seiring dengan Umrah, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Allah yang artinya, 'Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah itu karena Allah'." (Shahih Bukhari).

 

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Umrah ke umrah yang lain adalah menghapuskan dosa di antara keduanya. Haji yang mabrur itu tidak ada balasannya melainkan surga." (Shahih Bukhari).


 

 

Anda berada di katagori: Ilmu

Who's Online

Kami memiliki 4 Tamu online